Apa Saja Bahaya Diet Keto? – dr. Yohan Samudra, SpGK – Diet Keto adalah diet dengan karbohidrat sangat rendah dan lemak sangat tinggi yang beberapa tahun belakangan ini booming di internet dan media sosial. Diet Keto jelas berdampak baik terhadap gula darah karena merupakan pola diet rendah karbohidrat, dan tentu saja akan menurunkan berat badan karena pencernaan lemak yang berlangsung lambat di tubuh memberikan rasa kenyang lebih lama.

Apa Saja Bahaya Diet Keto?

Sebenarnya pola diet keto sudah lama sekali dikenalkan di kalangan medis meski tidak umum digunakan. Awalnya diet seperti ini diberikan pada pasien dengan penyakit-penyakit otak seperti epilepsi, alzheimer dan parkinson yang kemudian menunjukkan perbaikan seperti respon obat yang lebih baik, gejala berkurang dan kekambuhan menjadi jarang.

Meski ulasan tentang Diet Keto yang saat ini mulai digunakan untuk penurunan berat badan sudah banyak sekali beredar di berbagai media – baik berupa komposisi diet, contoh menu, ataupun berbagai keuntungannya terhadap kesehatan dan penurunan berat badan, akan tetapi masih banyak yang belum mengetahui hal-hal yang harus diwaspadai atau bahaya diet keto ini saat kita memutuskan untuk mencobanya.

Apa Saja Bahaya Diet Keto?

Tubuh yang awalnya menggunakan karbohidrat atau gula sebagai sumber energi, secara perlahan akan mulai menggunakan lemak karena semakin rendahnya cadangan gula di tubuh. Hal ini terjadi sekitar hari ketiga atau keempat setelah memulai diet ini. Kita akan berada pada kondisi ketosis yang sering ditandai dengan keluhan keliyengan, meriang, badan linu dan pilek ringan yang disebut dengan ‘keto flu’. Jika ternyata tubuh kita tidak bisa beradaptasi dengan perubahan sumber energi ini dan keto flu berlangsung lama, lebih baik Diet Keto tidak dilanjutkan.

Ketosis sendiri adalah kondisi dimana kadar insulin rendah dalam tubuh. Hormon insulin yang bertugas memasukkan gula ke dalam sel ini menjadi rendah seiring dengan asupan karbohidrat yang sangat sedikit pada Diet Keto. Kondisi ini tidak menjadi masalah pada orang sehat, namun pada penderita kencing manis atau Diabetes Melitus yang produksi insulinnya sudah terganggu akibat kerusakan kinerja pankreas, hal ini dapat menyebabkan kondisi ketoasidosis berupa kejang, tidak sadar dan berbahaya untuk otak.

Lemak yang dikonsumsi dalam diet ini juga bukanlah sembarang lemak seperti yang banyak dibagikan di media sosial seperti jeroan, makanan bersantan, masakan yang digulai ataupun kerupuk kulit. Konsumsi lemak seperti itu justru akan meningkatkan risiko penyakit stroke dan serangan jantung. Sebaliknya, 80% lemak dalam diet ini harus benar-benar dipilih lemak baik berupa lemak tak jenuh seperti berasal dari olive oil, canola oil, safflower oil, atau dari alpukat, flaxseed, chiaseed serta ikan-ikan laut seperti salmon, tuna, ikan kembung dan tongkol. Hati-hati saat pengolahan minyak sayur karena mudah berubah dari tak jenuh menjadi jenuh, atau menjadi lemak trans akibat pemanasan.

Penelitian tentang Diet Keto ini masih terus dilakukan dan belum dapat disimpulkan sebagai diet yang aman. Kondisi kesehatan, pemilihan menu saat menjalani diet hingga variasi genetik perlu diperhatikan, sehingga dapat dikatakan bahwa Diet Keto ini bagus, tapi mungkin tidak untuk semua orang. Dengan begitu banyaknya tips-tips diet yang beredar di internet, kita harus pandai memilih mana yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan, aktifitas dan pola makan kita.

Medical Check Up Perusahaan

Dapatkan penawaran terbaik dari Plazamedis untuk anda yang ingin mengadakan kegiatan medical check up massal di perusahaan. Bonus  layanan jangka dengan biaya 30-50% lebih murah dari klinik dan laboratorium yang ada.

Medical Check Up Perorangan

Cek info paket dan penawaran medical check up perorangan yang disediakan oleh klinik dan rumah sakit yang ada di sekitar anda. Lebih mudah dan murah mendapatkan medical check up yang sesuai kebutuhan anda dari pada datang langsung ke klinik dan rumah sakit

WhatsApp chat