Kandungan Mie Instan Yang Dapat Mengganggu Kesehatan – dr. Yohan Samudra, SpGK – Tidak ada yang tidak mengenal makanan satu ini. Mudah didapat, memiliki berbagai macam varian rasa yang lezat, penyajian yang cepat dan harganya yang sangat bersahabat membuat hampir semua anak kos akan memilih makanan ini.

Apalagi kalau bukan “mie instan”.

Kandungan Mie Instan Yang Dapat Mengganggu Kesehatan

Tingginya konsumsi mie instan di kalangan masyarakat Indonesia bisa dilihat dari data World Instant Noodles Association (WINA), yang terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun hingga membuat Indonesia menjadi negara kedua terbanyak mengkonsumsi makanan cepat saji ini setelah Cina. Pada tahun 2013 tercatat konsumsi mie instan mencapai 14,9 miliar bungkus, yang artinya rata-rata setiap satu orang Indonesia menghabiskan 60-61 bungkus sepanjang tahun tersebut.

Ulasan mengenai bahaya mengkonsumsi mie instan secara berlebihan dalam jangka panjang juga sudah banyak tersebar, tapi tampaknya masih banyak masyarakat yang tidak bisa lepas dari makanan tepung-tepungan ini. Beberapa merk mie instan pun mulai memodifikasi produknya dengan memfortifikasi vitamin dan mineral, menghindari proses penggorengan sebelum dikemas, tidak menambahkan MSG (Monosodium Glutamat) hingga mengklaim dirinya sebagai makanan yang lebih sehat dan bergizi. Mari kita lihat faktanya:

  1. Meski terdapat kandungan gizi dan vitamin yang ditambahkan ke dalam mie instan, sebagian besar dengan mudahnya akan hilang dalam proses pemasakan suhu tinggi.
  2. Mie instan mengandung hingga 2700 mg natrium dalam satu kemasannya. Beberapa merk mengandung 62% lebih banyak dari AKG (Angka Kecukupan Gizi) orang dewasa. Tentu saja hal ini akan dapat mengganggu kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan kerusakan ginjal. Badan kesehatan dunia membatasi konsumsi natrium harian orang dewasa sebanyak 2300 mg atau hanya sekitar 1 sendok teh garam saja setiap harinya agar tidak menimbulkan penyakit.
  3. Studi mengenai MSG mengungkapkan bahwa Bahan Tambahan Pangan (BTP) ini ternyata belum terbukti menimbulkan masalah kesehatan. Namun pada beberapa orang yang sensitif, konsumsi makanan mengandung tinggi MSG dapat menimbulkan gejala seperti sakit kepala, mual muntah, kulit memerah, dan berkeringat yang dikenal dengan istilah Chinese Restaurant Syndrome.
  4. Proses pembuatan mie instan mulai dari biji gandum, tepung gandum hingga menjadi bulir mie yang panjang-panjang, membutuhkan penambahan sekitar 17 macam BTP, pewarna dan tentunya pengawet yang saat ini belum diketahui keamanannya dalam konsumsi jangka panjang.
  5. Bumbu mie instan pun mengandung tinggi garam dan minyak jenuh yang dapat membahayakan kesehatan.

Tingginya kandungan garam dan lemak jenuh serta bahan-bahan tambahan dalam pembuatan mie instan membuat konsumsi makanan seperti ini harus dibatasi. Berbagai studi juga menunjukkan bahwa makanan cepat saji yang telah melewati banyak proses pada umumnya berpotensi membahayakan kesehatan. Banyaklah mengkonsumsi variasi makanan yang lebih alami – yaitu makanan yang bentuknya masih mirip aslinya – dengan kandungan gizi yang baik dan seimbang.

Medical Check Up Perusahaan

Dapatkan penawaran terbaik dari Plazamedis untuk anda yang ingin mengadakan kegiatan medical check up massal di perusahaan. Bonus  layanan jangka dengan biaya 30-50% lebih murah dari klinik dan laboratorium yang ada.

Medical Check Up Perorangan

Cek info paket dan penawaran medical check up perorangan yang disediakan oleh klinik dan rumah sakit yang ada di sekitar anda. Lebih mudah dan murah mendapatkan medical check up yang sesuai kebutuhan anda dari pada datang langsung ke klinik dan rumah sakit

WhatsApp chat