Rasa gatal, panas dan perih di kulit leher, tangan, dada sampai ke perut sudah 8 bulan ini
dialami oleh Rendi. Gejala ini mulai dialami sejak Rendi dipindahkan ke bagian pemotongan material
kulit di sebuah pabrik sepatu di kota X. Sebelumnya Rendi sudah bekerja sekitar 5 tahun di pabrik ini tapi
bukan dibagian pemotongan material kulit, melainkan dibagian sablon logo sepatu. Tapi karena ada
program multiskill untuk karyawan maka Rendi pun dipindahkan ke bagian pemotongan material kulit.


Sejak 1 bulan pertama bekerja di bagian pemotongan material kulit, Rendi sudah mengalami keluhan
gatal-gatal. Rendi sudah berobat berulangkali diklinik perusahan, namun gejala ini hanya hilang sesaat.
Jika obat sudah habis maka gejala ini akan muncul lagi. Semakin hari gejala ini makin mengganggu,
terutama jika cuaca panas, Rendi akan merasakan gatal yang luar biasa disertai rasa panas dan perih
diluka bekas garukan. Gejala ini biasanya hilang tanpa minum obat jika Rendi tidak bekerja. Misalnya
saat libur lebaran atau cuti beberapa hari dan jika mulai bekerja lagi maka gejala ini akan muncul lagi.


Akhirnya, Rendi berkonsultasi dengan dokter kesehatan kerja ditempatnya bekerja. Dan dokter
kesehatan kerja menyarankan agar Rendi pindah ke bagian sebelumnya yaitu bagian sablon logo lagi.
Sudah 3 bulan Rendi bekerja ditempat sablon logo. Dan gejala itu sudah tidak pernah dialami oleh Rendi
lagi.


Peristiwa seperti diatas mungkin sudah pernah dialami oleh Sobat PlazaMedis, dan kira-kira apa
yang dapat kita simpulkan dari sakit yang dialami oleh Rendiā€¦?
Inilah yang disebut dengan Penyakit Akibat Hubungan Kerja. Perlu kita ketahui jenis-jenis penyakit.

  1. Penyakit yang mengenai pada masyarakat umum (general disease).
    Misal : Influenza, Sakit Kepala, diare dll
  2. Work Related Disease (Penyakit terkait kerja) adalah Penyakit yang berhubungan / terkait
    dengan pekerjaan, namun bukan akibat karena pekerjaan.
    Misal : Asma, TBC, Hipertensi, Dermatitis Kontak Iritan dll
  3. Occupational Disease (Penyakit akibat kerja) adalah penyakit yang disebabkan karena
    pekerjaannya / lingkungan kerja
    Misal : Keracunan Pb, Asbestosis, Silikosis Keluhan kesehatan seperti kasus diatas sering dialami
    oleh pekerja namun terkadang dianggap sebagai keluhan kesehatan pada umumnya. Disinilah
    pentingnya peranan program Kesehatan Kerja serta tenaga medis dalam hal ini adalah dokter
    perusahaan. Dengan melakukan penanganan awal terhadap kasus penyakit akibat hubungan

kerja maka efek terjadinya penyakit akibat kerja dapat di minimalisir. Apa yang harus dilakukan
untuk mengetahui adanya kemungkinan penyakit akibat hubungan kerja, lakukan langkah-
langkah dibawah ini:

  • Identifikasi proses kerja,
  • Identifikasi lingkungan kerja,
  • Identifikasi riwayat kesehatan tenaga kerja


Banyak sekali keluhan kesehatan yang timbul berhubungan dengan pekerjaan namun tidak
teridentifikasi. Sehingga menyebabkan kurang tepatnya penanganan yang dilakukan dan pada akhirnya
menyebabkan penyakit akibat kerja. Jika Penyakit Akibat Hubungan Kerja dapat diidentifikasi dengan
baik maka akan memberikan dampak baik bagi kesehatan lingkungan kerja maupun kesehatan tenaga
kerja. Potensi terjadinya gangguan kesehatan yang dialami oleh pekerja dapat terjadi apabila tidak
dilakukan pencegahan sejak dini. Perusahaan harus benar-benar memperhatikan aspek risiko kesehatan
pekerjanya dan berkomitmen untuk mencegah terjadinya penyakit akibat hubungan kerja (PAHK).


Merujuk pada Keputusan Presiden No. 22 Tahun 1993 tentang Penyakit akibat Hubungan Kerja,
maka setiap tenaga kerja yang menderita penyakit yang timbul karena hubungan kerja berhak
mendapat jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) baik pada saat masih dalam hubungan kerja maupun setelah
hubungan kerja berakhir. Batas pengajuan klaim bahwa tenaga kerja positif mengidap penyakit akibat
hubungan kerja adalah 3 tahun sejak tenaga kerja tersebut mengakhiri hubungan kerjanya, dengan
dilampiri hasil diagnosis dokter yang merawatnya. Dalam Keputusan Presiden No. 22 Tahun 1993 juga
dilampirkan jenis-jenis penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan. Dari 31 daftar penyakit akibat
hubungan kerja. Apakah ada potensi terjadinya hal tersebut di tempat kerja anda? Sebaiknya mulailah
untuk melakukan HRA (Health Risk Assessment) untuk menganalisa potensi risiko kesehatan yang
berdampak pada karyawan.


Dengan demikian potensi-potensi terjadinya penyakit akan dapat di cegah karena, LEBIH BAIK
MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI.

Oleh, Dr Joe J Sakul
Desember, 2020