Masalah klasik vendor/ klinik medical check up – Bila anda ingin mengetahui sesungguhnya banyak model praktek lama pemeriksaan kesehatan kerja di perusahaan yang masih dijalankan oleh para vendor medical check up lain, dan hal ini menurut kami sangat merugikan perusahaan yang telah banyak mengeluarkan anggaran medical check up namun tidak mendapatkan manfaat yang optimal, yaitu seperti :

Machine

Tidak memiliki system informasi managemen medical check up dan peralatan medis dan non medis yang mumpuni sehingga :

  1. Penomoran ID peserta medical check up masih menggunakan label tom n jerry yang dibuat sebelum kegiatan dilakukan bahkan ada yang membuat no ID menggunakan tulisan tangan di lokasi pelaksanaan, hal ini sangat rentan terhadap risiko penomoran ganda dan ini sangat berbahaya bagi validitas hasil medical check up.
  2. Tidak dapat mendukung bila variabel paket pemeriksaan lebih dari satu jenis paket. Hal ini sangat rentan terjadinya kesalahan paket pemeriksaan pada seseorang yang telah ditentukan paketnya oleh pihak perusahaan dan tentunya bisa jadi menyebabkan kerugian bagi perusahaan karena harus membayar lebih dari anggaran yang telah ditetapkan.
  3. Tidak memiliki system control pada pemeriksaan yang telah dilakukan karena tidak memiliki data pembanding baik data manual ataupun elektronik. Hal ini sangat berisiko bila terjadi kehilangan sample dan atau data yang telah dikumpulkan karena tidak memiliki system control pada sampel yang telah dikumpulkan.
  4. Tidak bisa mengetahui peserta mana saja yang sudah dan belum melakukan pemeriksaan, dan bila pun bisa ditampilkan memerlukan waktu yang lama karena perlu menganalisis terlebih dahulu data manual.
  5. Tidak bisa mengakomodir permintaan perusahaan bila vendor / klinik diminta untuk mengadakan lebih dari satu pos / staf di bagian registrasi tanpa ada risiko penomoran ganda dikarenakan banyaknya peserta yang hadir di suatu waktu.
  6. Pengolahan data masih menggunakan aplikasi ms. excel yang berisiko besar terjadinya kesalahan.
  7. Tidak menggunakan alat-alat yang terkalibrasi dengan baik yang dibuktikan dengan surat kalibrasi tahunan pada alat-alat yang digunakan.
  8. Tidak dapat menunjukkan bukti otentik pemeriksaan sampel laboratorium. Hal ini bisa jadi karena vendor-vendor tersebut tidak memiliki alat laboratorium yang memadai atau bahkan melakukan cara-cara curang.
  9. Managemen perusahaan dibiarkan mengolah data sendiri menggunakan data excel oleh pihak vendor. Hal ini sangat menyita waktu pihak managemen perusahaan.
  10. Minimnya kelengkapan dan kompetensi vendor melakukan beberapa pemeriksaan khusus.

Methode

Tidak memiliki legalitas yang diperlukan seperti :

  1. Tidak memiliki izin operasional dari instansi yang berhak melakukan pemeriksaan kesehatan berkala di perusahaan baik yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan setempat atau Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
  2. Tidak memiliki surat izin penunjukkan pelaksana pemeriksaan kesehatan berkala (PJK3) oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia.
  3. Tidak memiliki sertifikat kompetensi pemeriksaan khusus bagi staf yang melakukan pemeriksaan seperti audiometri, spirometri, ekg dan lain-lain.

Kurang berpengalaman di bidang medical check up perusahaan sehingga :

  1. Tidak memiliki standar operating prosedur yang dijadikan sebagai acuan kerja di lapangan baik pekerjaan yang terkait dengan medis ataupun non medis. Bila pemeriksaan medis tidak dilakukan dengan SOP yang baik maka tentunya bisa diduga kemungkinan besar hasilnya cenderung tidak valid dan bahkan tidak bisa dipertanggung jawabkan.
  2. Kurangnya pengalaman menjalani pemeriksaan kesehatan kerja berkala di perusahaan menyebabkan vendor tidak dapat mengantisipasi masalah-masalah yang akan timbul pada kegiatan medical check up dan tentunya bisa menyebabkan kerugian bagi perusahaan sebagai pemberi kerja
  3. Hasil medical check up yang terlalu lama diterbitkan. Bahkan kami pernah mendapati hasil medical check up baru diterima oleh pihak perusahaan 1 tahun kemudian. Luar biasa ya?
  4. Tidak memiliki system quality control yang baik atau program pencapaian mutu, baik pada saat pelaksanaan di lapangan ataupun pengerjaan sampel di klinik/laboratorium vendor.
  5. Tidak berpengalaman mengolah data besar (big data) yaitu bila jumlah peserta medical check up lebih dari 1000 orang.

Tidak memiliki program medical check up yang bermutu dan terencana baik pra, on dan post medical check up sehingga

  1. Tidak memiliki program job risk survey berdasarkan lokasi dan risiko pekerjaan sehingga penentuan parameter medical check up cenderung sembarangan. Hal ini juga berdampak pada pemeriksaan yang dilakukan akan sia-sia karena beberapa hal. Pertama, inefisiensi anggaran karena perusahaan bisa jadi mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak perlu dilakukan. Kedua, kondisi yang diharapkan akan muncul di suatu lokasi kerja tidak muncul karena kesalahan penentuan parameter pemeriksaan. Dan kondisi kedua bisa menimbulkan efek gunung es, bahwa banyak masalah masalah kesehatan umum dan akibat kerja yang tidak terlihat ketimbang yang terlihat.
  2. Tidak ada presentasi hasil medical check up berikut analisisnya terhadap data yang telah dikumpulkan.
  3. Tidak memberikan rekomendasi yang baik kepada pihak managemen perusahaan untuk menurunkan angka penyakit yang didapat dari kegiatan medical check up.
  4. Tidak memberikan jaminan/garansi layanan bila diduga hasil yang diberikan perusahaan dianggap tidak valid atau dapat dipertanggungjawabkan.
  5. Tidak memiliki program after sales service yang berkelanjutan sebagai nilai tambah bagi perusahaan.
  6. Tidak memiliki staf customer service yang bisa menjadi penghubung antara pihak managemen dan PIC vendor.

Manpower

  1. Tidak memiliki tim yang terlatih dengan baik melakukan suatu pemeriksaan sehingga hasil yang didapat bisa jadi sangat meragukan atau bahkan tidak valid.
  2. Tidak memiliki atau minimnya staf (tim) pemeriksa kesehatan yang bersertifikasi melakukan suatu pemeriksaan.
  3. Tidak memiliki team management yang baik untuk mengurus pekerjaan-pekerjaan administrasi.

Money

Harga yang sangat murah.

Untuk hal ini kami memberikan masukkan bagi para pejabat perusahaan yang memiliki otoritas penunjukkan vendor medical check up untuk berhati-hati kepada vendor yang memberikan harga yang sangat murah. Pada prakteknya, para vendor nakal yang memberikan harga yang tidak rasional, justru dapat merugikan perusahaan. Mereka melakukan cara cara curang yang tidak diketahui oleh banyak klien yang tujuannya adalah hanya untuk kepentingan mendapatkan project dan keuntungan materi semata.

Kami hadir membawa solusi untuk menjawab permasalahan dan tantangan di atas. Dengan kami pengalaman yang kami dapat selama beberapa tahun, kami yakin kami dapat memberikan pelayanan medical check up yang terbaik bagi perusahaan anda.


Klik tombol ini untuk mendapatkan info detail pelayanan medical check kami