Penyakit Anemia Pada Vegetarian – Vegetarian adalah sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan tidak mengkonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup seperti hewan ternak, ikan dan unggas, namun masih mengkonsumsi produk hewani seperti telur dan susu serta olahannya seperti keju atau yogurt. Sedangkan untuk orang yang sama sekali tidak mengkonsumsi produk hewani maupun olahannya dan seluruh asupannya benar-benar hanya berasal dari nabati saja, disebut Vegan.

Penyakit Anemia Pada Vegetarian

Makanan yang bersumber nabati bisa berupa buah, sayur, kacang, biji-bijian, ataupun yang berasal dari padi-padian dan umbi-umbian. Kemajuan teknologi pangan saat ini telah memfasilitasi para diet Vegetarian dan Vegan, sehingga tetap dapat mengkonsumsi makanan berupa ‘steak’ atau ‘burger’ yang diolah dan dibentuk dari bahan-bahan nabati, bahkan dengan rasa yang cukup mirip dengan makanan aslinya yang berasal dari daging.

Penyakit Anemia Pada Vegetarian

Kebutuhan makronutrisi seperti karbohidrat, protein dan lemak harian dipenuhi dari mengkonsumsi berbagai jenis tumbuh-tumbuhan. Karbohidrat misalnya, mudah didapat dari jenis padi-padian dan buah-buahan. Sedangkan sumber protein dan lemak bisa didapatkan dari kacang-kacangan, alpukat, minyak kelapa seperti VCO (virgin coconut oil) atau minyak sayur lainnya.

Selain makronutrisi, kebutuhan harian mikronutrisi atau zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral juga harus dipenuhi, karena masing-masing mempunyai peran penting dalam menjaga metabolisme dan kesehatan. Meski kecukupan zat gizi makro pada pola diet seperti ini tidak memiliki kendala yang berarti, beda halnya dalam memenuhi beberapa mikronutrisi. Hal ini disebabkan karena beberapa vitamin dan mineral penting seperti zat besi dan vitamin B12 lebih banyak terkandung di sumber hewani, namun sangat sedikit ditemukan pada sumber nabati.

Manusia membutuhkan sel darah merah yang cukup untuk membawa oksigen dan zat gizi ke seluruh tubuh. Pembentukan sel darah merah ini akan dipengaruhi oleh kadar zat besi. Secara kimiawi, zat besi dibedakan menjadi Fero, Feri dan Feritin. Pada sumber nabati, kandungan zat besi terdapat dalam jumlah yang sedikit dan dalam bentuk Feri. Sayangnya saat berada di usus, bentuk Feri ini sulit diserap sehingga membutuhkan bantuan asam lambung atau vitamin C untuk merubahnya menjadi bentuk Fero yang lebih mudah diserap.

Selain zat besi, kekurangan asupan vitamin B12 yang mayoritas terdapat di sumber makanan hewani, juga dapat mengganggu produksi sel darah merah, baik bentuk maupun jumlahnya. Sehingga dalam jangka panjang, kekurangan asupan kedua zat gizi ini dapat menjadi penyebab seringnya kejadian anemia pada pemakan tumbuh-tumbuhan.

Tentu saja keuntungan menjalani pola diet ini juga banyak, contohnya sistem imun yang lebih kuat karena asupan tinggi antioksidan, pencernaan lancar karena asupan serat, hingga yang tak kalah penting dapat menjadikan kulit lebih sehat dan glowing, namun dengan catatan tetap memperhatikan keseimbangan zat gizi secara keseluruhan. So untuk Vegetarian dan Vegan, jangan lupa tambahkan suplementasi atau makanan terfortifikasi zat besi dan vitamin B12 nya ya!

Medical Check Up Perusahaan

Dapatkan penawaran terbaik dari Plazamedis untuk anda yang ingin mengadakan kegiatan medical check up massal di perusahaan. Bonus  layanan jangka dengan biaya 30-50% lebih murah dari klinik dan laboratorium yang ada.

Medical Check Up Perorangan

Cek info paket dan penawaran medical check up perorangan yang disediakan oleh klinik dan rumah sakit yang ada di sekitar anda. Lebih mudah dan murah mendapatkan medical check up yang sesuai kebutuhan anda dari pada datang langsung ke klinik dan rumah sakit