Skip links

Mata Silinder: Penyebab, Gejala, dan Penanganan

[et_pb_section fb_built=”1″ specialty=”on” _builder_version=”4.18.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”3_4″ specialty_columns=”3″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_row_inner _builder_version=”4.18.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_column_inner saved_specialty_column_type=”3_4″ _builder_version=”4.18.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_text _builder_version=”4.18.0″ _module_preset=”default” hover_enabled=”0″ global_colors_info=”{}” sticky_enabled=”0″]

Mengenal Mata Silinder – Penyebab, Gejala, Penanganannya 

Mata silinder atau astigmatisme adalah kondisi kelengkungan kornea yang berbentuk lonjong, hal ini akan mengakibatkan kesalahan kornea ketika memproses cahaya yang masuk. Kondisi ini membuat cahaya jatuh tidak pada titik fokus retina, yang mengakibatkan permukaan peka cahaya di belakang mata Ketika melihat objek akan terlihat kabur. 

Ada beberapa kemungkinan penyebab mata silinder yang diduga menjadi faktornya. Pertama, faktor keturunan, Kedua karena terjadinya cedera pada mata akibat tidak sengaja terkena benturan. 

Mengenal Mata Silinder

Mata silinder merupakan kondisi kelainan pada Kelengkungan kornea , pada kondisi tertentu, kelengkungan akan berubah sehingga mata silinder dapat bertambah atau berkurang mengikuti perubahan kelengkungan kornea.

Tanda-tanda gejala umum yang harus diperhatikan jika mengalami mata silinder diantaranya sebagai berikut.

  • Penglihatan kabur;
  • Mata terasa tegang;
  • Mata terasa tidak nyaman;
  • Sakit kepala;
  • Terasa sangat sulit melihat saat cahaya redup atau saat malam.
  • Perlu menyipitkan mata saat mencoba untuk melihat sesuatu dengan jelas;
  • Dan mata kesulitan untuk fokus saat membaca atau melihat komputer.

Banyak orang yang tidak memperhatikan gejala yang timbul lebih awal dan membiarkan dalam jangka waktu yang Panjang, Kondisi ini akan membuat anda semakin parah. Hal ini akan mengganggu aktivitas sehari-hari oleh sebab itu penting memeriksakan kondisi mata ke dokter atau fasilitas Kesehatan mata jika kita sudah mengalami tanda-tanda yang mungkin mulai timbul, kondisi ini akan ditangani dengan tepat oleh dokter dan tenaga ahli yang profesional  untuk memperbaiki gangguan penglihatan kita.

PENANGANAN/PENGOBATAN MATA SILINDER

Perkembangan kemajuan teknologi, dalam bidang kedokteran khususnya, sangat memungkinkan adanya pelayanan dan penanganan yang semakin baik pada gangguan mata. Khususnya untuk mata silinder, pada kondisi mata silinder penanganan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan alat bantu atau laser.

Alat bantu yang paling banyak digunakan adalah sebagai berikut. 

  • Kacamata

Sama seperti dengan kondisi mata rabun jauh dan rabun dekat, pada kondisi mata silinder dapat dibantu dengan menggunakan kacamata untuk mempertajam penglihatan. Kacamata dengan resep lensa silinder sangat membantu penglihatan menjadi lebih fokus dan jelas. 

  • Lensa kontak

Lensa kontak juga sangat diminati bagi beberapa orang, hal ini karena memudahkan pengguna tanpa repot menggunakan alat bantu kacamata yang mungkin mengganggu. Lensa kontak langsung menempel pada bola mata hingga memiliki efek sudut pandang yang lebih luas, sehingga membuat nyaman penggunanya

  • Orthokeratology (ortho-K)

Adalah alat bantu yang berbentuk lensa kaku yang digunakan untuk membentuk kornea menjadi bulat. Namun alat ini dinilai kurang efektif karena memberikan hasil yang tidak permanen dan menyebabkan kondisi penglihatan juga kembali seperti semula.

Laser atau bedah refraktif  dapat menjadi pilihan untuk mengobati masalah mata silinder diantaranya:

  • PRK (photorefractive keratectomy)

PRK adalah tindakan dengan mengangkat jaringan dari lapisan dangkal dan dalam kornea.

  • LASIK (Laser in situ keratomileusis)
    LASIK adalah Tindakan menghilangkan jaringan dari lapisan dalam kornea dan menjadi pilihan paling efektif karena proses pemulihan pasca penanganan dapat lebih baik dibandingkan PRK (photorefractive keratectomy)
[/et_pb_text][/et_pb_column_inner][/et_pb_row_inner][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_sidebar area=”et_pb_widget_area_1″ _builder_version=”4.4.2″ custom_padding=”40px|20px|0px|20px|false|true” border_width_all=”2px” border_color_all=”#ec3055″ global_module=”2016″ global_colors_info=”{}”][/et_pb_sidebar][/et_pb_column][/et_pb_section]
Explore
Drag